NASIONAL

Selamat Bermusda XI MUI Sumsel, Prof Aflatun: Perkuat Peran Ulama, Hadirkan Kemaslahatan Umat

Editor: Bangun Lubis

Selamat Bermusda XI MUI Sumsel, Prof Aflatun: Perkuat Peran Ulama, Hadirkan Kemaslahatan Umat

 

MUI SUMSEL, PALEMBANG — Musyawarah Daerah (Musda) XI Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Selatan menjadi momentum penting untuk menata kembali langkah organisasi dalam menghadapi dinamika kehidupan umat yang semakin kompleks.

Digelar di Asrama Haji Palembang pada 7–9 Agustus 2026, Musda XI tidak sekadar menjadi forum organisasi untuk menyusun kepengurusan dan program kerja lima tahun mendatang. Musyawarah tersebut diharapkan mampu melahirkan gagasan baru sekaligus memperkuat peran MUI sebagai salah satu rujukan keagamaan dan moral bagi masyarakat Sumatera Selatan.

Ketua MUI Provinsi Sumatera Selatan, Prof. Aflatun, mengatakan Musda harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk melakukan evaluasi sekaligus menyusun langkah strategis menghadapi tantangan umat ke depan.

Menurutnya, perkembangan zaman yang begitu cepat menuntut lembaga keulamaan untuk tidak hanya aktif menyampaikan pesan-pesan keagamaan, tetapi juga mampu membaca persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

“MUI akan terus berusaha memberikan segala upaya terbaik untuk pendidikan dan pembinaan umat. Kita ingin MUI hadir memberikan pencerahan, memberikan ketenangan dan membantu umat menghadapi berbagai persoalan kehidupan,” ujar Prof. Aflatun.

Ia menegaskan, landasan utama dalam menjalankan tugas keumatan tetap harus bersumber pada Al-Qur’an dan Hadis. Kedua sumber tersebut menjadi pedoman penting agar setiap langkah pembinaan umat tetap berada dalam koridor nilai-nilai Islam.

“Umat harus terus kita kawal dengan Al-Qur’an dan Hadis. Di tengah perubahan zaman dan derasnya informasi, masyarakat membutuhkan pegangan yang kuat agar tidak mudah terbawa oleh berbagai pengaruh yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama,” katanya.

Baca Juga  Dunia Ini Hanya Tempat Persinggahan Sementara

Prof. Aflatun juga melihat pendidikan keagamaan sebagai salah satu pekerjaan besar yang harus terus diperkuat. Pembinaan tidak hanya ditujukan kepada kelompok tertentu, tetapi harus menyentuh berbagai lapisan masyarakat, termasuk generasi muda.

Menurutnya, generasi muda saat ini hidup dalam lingkungan informasi yang sangat terbuka. Media sosial memberikan banyak manfaat, tetapi pada saat yang sama juga menghadirkan berbagai tantangan yang harus disikapi dengan pengetahuan dan pendampingan yang baik.

Karena itu, dakwah MUI ke depan diharapkan semakin adaptif. Dakwah tidak cukup hanya dilakukan melalui mimbar dan majelis taklim, tetapi juga perlu memanfaatkan pendidikan, media massa, media digital serta berbagai ruang sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Dakwah harus terus kita kembangkan. Cara dan medianya boleh menyesuaikan perkembangan zaman, tetapi nilai dan prinsipnya tetap berpegang kepada ajaran Islam,” ujar Prof. Aflatun.

Ia berharap Musda XI mampu menghasilkan kepengurusan yang solid dan memiliki komitmen kuat dalam menjalankan amanah. Menurutnya, struktur organisasi hanyalah salah satu bagian, sedangkan yang jauh lebih penting adalah kemampuan pengurus menerjemahkan hasil musyawarah menjadi program yang benar-benar dirasakan manfaatnya.

“Jangan sampai Musda hanya menghasilkan keputusan di atas kertas. Setelah Musda selesai, pekerjaan kita justru dimulai. Apa yang telah disepakati harus diwujudkan dalam program dan pengabdian nyata kepada umat,” tegasnya.

Baca Juga  Ngaji Tafsir, Juz 7 Surat Al An’am Ayat 68 Jangan Membersamai Orang-Orang yang Memper-olok-olok- Alquran

Selain memperkuat pembinaan umat, MUI Sumsel juga diharapkan terus membangun komunikasi dan sinergi dengan pemerintah serta berbagai organisasi Islam dan elemen masyarakat lainnya.

Sinergi tersebut dinilai penting untuk menjaga suasana kehidupan beragama yang damai sekaligus memperkuat kontribusi ulama dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial.

Prof. Aflatun juga mengingatkan pentingnya menjaga ukhuwah selama berlangsungnya Musda. Perbedaan pandangan merupakan bagian dari proses musyawarah dan harus ditempatkan sebagai upaya mencari keputusan terbaik.

“Boleh berbeda pendapat, tetapi persaudaraan harus tetap kita jaga. Semua yang kita bicarakan dalam Musda ini harus bermuara pada kepentingan umat dan kemaslahatan masyarakat,” katanya.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan pihak yang mendukung pelaksanaan Musda XI MUI Sumsel.

“Selamat bermusda. Mudah-mudahan seluruh rangkaian berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik. Semoga Allah memberikan petunjuk dan kekuatan kepada kita semua dalam menjalankan amanah untuk umat,” pungkas Prof. Aflatun.

Musda XI MUI Sumsel diharapkan menjadi titik awal penguatan gerakan keumatan untuk periode mendatang. Kepengurusan baru nantinya ditantang untuk menghadirkan MUI yang semakin dekat dengan masyarakat, kuat dalam keilmuan, bijaksana dalam menyikapi persoalan serta konsisten memberikan pembinaan berdasarkan Al-Qur’an dan Hadis.

Dengan semangat kebersamaan dan pengabdian, MUI Sumsel diharapkan terus menjadi bagian penting dalam menjaga ukhuwah, ketenteraman dan kemaslahatan umat di Sumatera Selatan.

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button